Harga Bawang Merah di Probolinggo Anjlok! Stok Melimpah, Petani Tetap Untung?
Probolinggo- Kabar baik bagi para pembeli! Harga bawang merah di Pasar Bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Padahal, sebelumnya sempat mengalami kenaikan, kini harga komoditas yang sering disebut sebagai “emas merah” ini justru semakin terjangkau. Apa penyebabnya? Simak analisis lengkapnya berikut ini!

Baca Juga : Pemkot Probolinggo Beri Solusi, Tapi PKL Lebih Pilih Jualan di Pinggir Jalan
Harga Bawang Merah Kian Terjangkau, Kisaran Rp13.000–Rp40.000 per Kg
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga bawang merah saat ini bervariasi tergantung kualitasnya. Untuk bawang merah kecil, harganya dibanderol mulai Rp13.000–Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah super—yang ukurannya lebih besar dan kualitasnya premium—masih bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Penurunan harga ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan awal Agustus lalu, di mana harga sempat melambung tinggi. Namun, kini kondisi pasar justru berbalik arah.
Stok Melimpah & Panen Raya Jadi Penyebab Utama
Menurut Sugiyono, Koordinator Pasar Bawang Dringu, penurunan harga ini dipicu oleh dua faktor utama:
-
Stok yang Meningkat Drastis
Saat ini, pasokan bawang merah di Pasar Dringu mencapai 70 ton, padahal sebelumnya hanya sekitar 50 ton. Kenaikan stok ini disebabkan oleh masuknya pasokan dari luar kota, termasuk dari daerah penghasil bawang merah lainnya di Jawa Timur. -
Panen Raya di Berbagai Daerah
Selain stok lokal yang melimpah, panen raya di sejumlah sentra produksi bawang merah turut membanjiri pasar. Akibatnya, permintaan relatif stabil, sementara pasokan terus bertambah.
“Harga mulai turun sejak tanggal 12 Agustus kemarin karena pembelinya menurun, sedangkan stok terus bertambah,” jelas Sugiyono.
Petani Masih Bisa Bernapas Lega, Tidak Sampai Rugi
Meskipun harga turun, para petani mengaku masih bisa bernapas lega. Nur Halimatus, salah seorang petani asal Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, menyebut bahwa penurunan harga saat ini masih dalam batas wajar.
“Alhamdulillah, dengan harga segini kami masih untung. Turunnya tidak sampai anjlok, jadi petani tidak sampai merugi,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga tidak setinggi sebelumnya, margin keuntungan petani masih terjaga berkat biaya produksi yang relatif stabil.
Apa Dampaknya bagi Konsumen dan Pasar?
Bagi konsumen, turunnya harga bawang merah tentu menjadi kabar gembira karena bisa menghemat pengeluaran harian. Apalagi, bawang merah merupakan bahan pokok yang hampir selalu digunakan dalam masakan sehari-hari.
Sementara itu, bagi pedagang, fluktuasi harga ini perlu diwaspadai. Jika stok terus meningkat tanpa diimbangi peningkatan permintaan, bukan tidak mungkin harga bisa semakin tertekan. Namun, untuk sementara, kondisi pasar masih cukup stabil.
Prediksi Harga ke Depan: Naik atau Turun Lagi?
Melihat tren saat ini, harga bawang merah diperkirakan masih akan bertahan di kisaran rendah dalam beberapa minggu ke depan—kecuali terjadi gangguan pasokan atau lonjakan permintaan mendadak. Namun, jika panen raya sudah mulai berkurang, harga mungkin akan perlahan merangkak naik lagi.





