, ,

Inovasi Berbasis Potensi Lokal Kunci Kesuksesan Desa Bantaran Meningkatkan Perekonomian

oleh -901 Dilihat

Desa Bantaran Probolinggo: Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Inovasi Pertanian dan Peternakan

Probolinggo- Desa Bantaran di Kabupaten Probolinggo semakin menunjukkan taringnya sebagai desa yang tangguh dan mandiri. Dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki, desa ini terus inovasi untuk meningkatkan perekonomian warganya. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi kebanggaan adalah komak, sejenis kacang-kacangan yang mirip dengan kedelai dan mampu tumbuh subur di lahan kering.

Inovasi Berbasis Potensi Lokal Kunci Kesuksesan Desa Bantaran Meningkatkan Perekonomian
Inovasi Berbasis Potensi Lokal Kunci Kesuksesan Desa Bantaran Meningkatkan Perekonomian

Baca Juga : Langkah Strategis Pemkot Probolinggo Uji Kompetensi Jadi Fondasi Perkuat Layanan Publik

Komak telah lama menjadi tulang punggung pertanian masyarakat Desa Bantaran, khususnya di Dusun Ra’ap dan Dusun Timur Curah

Tanaman ini dipilih karena keunggulannya yang mampu beradaptasi dengan kondisi tanah dan iklim setempat. “Saat musim hujan, petani bisa menanam jagung atau padi. Namun ketika kemarau tiba, hanya komak yang sanggup bertahan karena tidak memerlukan banyak air,” jelas Feri Efendi, Sekretaris Desa Bantaran.

Meski memiliki ketahanan tinggi, harga komak di pasaran cenderung fluktuatif dan seringkali tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan petani. Menyikapi hal ini, warga tidak tinggal diam. Dengan semangat kreatif, mereka mengolah komak menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Hasilnya? Beragam produk unik seperti susu komak (sumak), keripik komak, kerupuk komak, hingga donat komak pun lahir.

Sumak, misalnya, memiliki cita rasa yang gurih dan tidak kalah lezat dari susu kedelai

Produk ini telah dipasarkan melalui berbagai saluran, mulai dari koperasi kecamatan, acara car free day (CFD) di alun-alun, hingga bazar dalam rangka HUT RI. “Alhamdulillah, dengan mengolah komak menjadi produk bernilai tambah, harga jualnya menjadi lebih stabil dan dapat meningkatkan pendapatan petani,” ujar Feri.

Tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, Desa Bantaran juga mengembangkan sektor peternakan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saat ini, BUMDes mengelola peternakan bebek pedaging dengan jumlah sekitar 1.500 ekor yang dipelihara secara bertahap. Strategi ini diterapkan agar masa panen tidak serentak, sehingga hasilnya dapat lebih optimal.

“Kami sudah melakukan satu kali panen. Meski masih dalam tahap uji coba dan hasilnya belum maksimal, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk ke depannya,” tambah Feri. Bebek dipilih karena perawatannya relatif mudah, lebih tahan penyakit, dan memiliki masa panen yang singkat. Selain itu, permintaan pasar terhadap daging bebek terus meningkat seiring dengan maraknya usaha kuliner yang menyajikan lalapan bebek.

Upaya penguatan ekonomi desa juga diwujudkan melalui pembangunan 23 unit kios perdagangan berukuran 3×3 meter di Dusun Krajan, dekat pasar setempat. Seluruh kios telah ditempati oleh pedagang lokal yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari buah, ikan, pakaian, emas, sembako, hingga mainan anak.

Keberadaan kios-kios ini tidak hanya menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat. “Dengan adanya fasilitas ini, warga memiliki tempat yang layak untuk berdagang, sementara desa mendapatkan pemasukan yang dapat digunakan untuk pembangunan berkelanjutan,” pungkas Feri.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.