Tragedi di Bumi Cenderawasih: Pengemudi Ojol Asal Probolinggo Tewas Ditembak KKB dalam Pencarian Nafkah
Probolinggo- Kabar duka menyelimuti Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Seorang pengemudi ojek online ojol yang gigih, Misto (45), menjadi korban penembakan keji oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Wundu, Distrik Dokome, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Peristiwa tragis ini terjadi ketika korban sedang menjalankan tugasnya mencari nafkah untuk keluarga.

Baca Juga : Gelombang Manusia Mahakarya yang Bernyawa Festival Batik In Motion 2025
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Misto tewas setelah terkena tembakan di bagian leher
Saat itu, ia sedang beraktivitas di jalur transportasi Puncak Jaya. Ironisnya, di waktu yang bersamaan, kelompok bersenjata tersebut sedang melakukan aksi penyerangan di area tersebut.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam. Saat kejadian, korban sedang beraktivitas di jalur transportasi Puncak Jaya, di mana pada waktu yang bersamaan KKB sedang melakukan penyerangan,” jelas Wakapolres Probolinggo, Kompol Haris, saat dikonfirmasi.
Jasad almarhum Misto akhirnya tiba di rumah duka di Desa Jorongan sekitar pukul 22.00 WIB, disambut tangis pilu keluarga dan sanak saudara. Kepergiannya meninggalkan duka yang dalam bagi sang istri dan anak-anaknya.
Merespons tragedi ini, jajaran Polres Probolinggo yang dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif, segera mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan support moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami jajaran Polres Probolinggo mewakili Kapolres datang ke rumah dan mengucapkan turut berduka cita yang sangat mendalam kepada keluarga korban. Dalam kesempatan ini, kami juga menyerahkan sedikit bantuan dengan harapan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Haris.
Haris menambahkan bahwa almarhum adalah contoh tulang punggung keluarga yang gigih dan pantang menyerah
“Semoga Almarhum husnul khatimah karena gugur dalam mencari rezeki yang halal untuk keluarganya. Kami juga mengutuk keras tindakan brutal dan tidak berperikemanusiaan ini. Semoga pelaku segera ditangkap dan tidak lagi ada kejadian serupa,” tegasnya dengan nada penuh kemarahan.
Tragedi ini kembali menyoroti kerentanan warga sipil, khususnya para pekerja migran dan perantau, yang mencari nafkah di wilayah rawan konflik. Misto, yang merantau jauh dari kampung halamannya di Probolinggo, harus menghembuskan napas terakhirnya dalam tragedi berdarah yang sama sekali tidak ia cari.
Kami mengutuk segala bentuk kekerasan dan menyerukan kepada pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini serta memberikan perlindungan yang maksimal bagi warga sipil di Papua. Doa dan duka mendalam kami untuk keluarga almarhum. Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan di tengah musibah yang sangat menyedihkan ini.
Duka Probolinggo: Kisah Pilu Misto, Pahlawan Nafkah yang Gugur di Papua
Kabar tragis itu akhirnya tiba di Desa Jorongan, Kecamatan Leces, mengubah duka mendalam menjadi tangis keluarga. Misto (45), seorang ayah dan pengemudi ojek online (ojol) yang gigih asal Probolinggo, harus meregang nyawa setelah menjadi korban penembakan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Peristiwa ini terjadi di Kampung Wundu, Distrik Dokome, Kabupaten Puncak Jaya, ketika ia sedang bekerja mencari nafkah.
Kronologi Tragedi dan Perjalanan Pulang
Menurut laporan, Misto tewas setelah peluru nyasar menghujam lehernya. Pada saat yang bersamaan, kelompok bersenjata tersebut sedang menggelar aksi penyerangan di area jalur transportasi Puncak Jaya, tempat Misto sedang beraktivitas.
Setelah melalui perjalanan yang panjang, jasadnya akhirnya tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB. Kedatangan peti jenazahnya segera disambut isak tangis pilu sang istri, anak-anak, serta para kerabat dan tetangga yang telah menunggu dengan cemas.
Respons Cepat dan Dukungan untuk Keluarga
Merespons tragedi ini, jajaran Polres Probolinggo pun segera bergerak. Tak lama setelah kabar duka tersebut dikonfirmasi, Wakapolres Probolinggo Kompol Haris yang mewakili Kapolres AKBP M Wahyudin Latif, langsung mendatangi keluarga almarhum.
Di samping menyampaikan belasungkawa yang mendalam, mereka juga memberikan bantuan secara langsung. “Kami hadir di sini tidak hanya untuk berduka, tetapi juga untuk memberikan support dan bantuan, semoga dapat meringankan beban keluarga,” ujar Haris.
Lebih dari itu, Haris menegaskan komitmennya untuk mendorong proses hukum. “Kami mengutuk keras tindakan keji ini dan berharap agar pelaku segera ditangkap. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Polda setempat untuk memastikan kasus ini tidak berhenti sampai di sini,” tambahnya dengan tegas.
Sebuah Potret Ketangguhan yang Terlupakan
Kisah Misto adalah potret nyata ketangguhan para perantau yang berjuang di tanah orang. Sebagai contoh, ia memilih merantau jauh ke Papua untuk mengejar penghidupan yang lebih baik bagi orang-orang tercinta di Probolinggo. Sayangnya, perjuangannya harus berakhir tragis di ujung senjata para pembuat onar.
Oleh karena itu, tragedi ini kembali menyadarkan kita semua tentang betapa rentannya nyawa warga sipil di tengah konflik. Sebagai hasil dari insiden ini, banyak pihak menyerukan peningkatan perlindungan bagi pekerja, terutama para perantau, yang beraktivitas di wilayah rawan.
Akhirnya, doa dan duka mendalam kita semua menyertai keluarga yang ditinggalkan. Semoga ketabahan menyertai mereka, dan semoga Misto diterima di sisi-Nya sebagai pahlawan nafkah yang gugur dalam kesucian. Pada intinya, kematiannya tidak boleh sia-sia dan harus menjadi pemantik untuk menciptakan perdamaian dan keamanan yang lebih nyata bagi semua.




