, ,

Sinergi IKA UNAIR dan Pemprov Jatim Sedekah Oksigen lewat Festival Mangrove

oleh -831 Dilihat

IKA UNAIR dan Pemprov Jatim Sinergi Kuat di Festival Mangrove VII, Wujudkan ‘Sedekah Oksigen’ untuk Bumi

Probolinggo- Langkah nyata dan kolaborasi solid menjadi kunci sukses Festival Mangrove ke-VII yang digelar di Pantai Tambak Bahak, Desa Curah Dringu, Kecamatan Tongas, Probolinggo. Di garis depan Sinergi gerakan lingkungan ini, Ikatan Alumni Universitas Airlangga IKA UNAIR hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai penggerak aktif yang berkolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Festival yang telah menjadi agenda tahunan sejak 2022 ini merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk memperkuat ‘benteng hijau’ pesisir dari gempuran abrasi dan dampak perubahan iklim yang kian nyata.

Sinergi IKA UNAIR dan Pemprov Jatim Sedekah Oksigen lewat Festival Mangrove
Sinergi IKA UNAIR dan Pemprov Jatim Sedekah Oksigen lewat Festival Mangrove

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Pelabuhan Probolinggo, Kejati Jutat Geledah Dua Lokasi, 30 Dokumen Disita

Festival Mangrove telah menjelma menjadi sebuah gerakan masif yang menanamkan ribuan bakau sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir di 5 kabupaten dan 1 kota di Jawa Timur. Tahun ini, gelaran tersebut menyatukan elemen-elemen penting pembangunan: pemerintah pusat dan daerah, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, komunitas peduli lingkungan, hingga pelaku dunia usaha.

Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

IKA UNAIR hadir dengan membawa kekuatan nyata melalui perwakilan dari Cabang Probolinggo yang didukung oleh civitas academica dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Vokasi, serta SDGs Center UNAIR. Kontribusi mereka melampaui kata-kata dan sambutan.

Di bawah terik matahari, tangan mereka menanam bibit mangrove satu per satu, melepasliarkan burung air dan kepiting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, serta yang tak kalah penting, membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir setempat. Aksi ini menunjukkan pendekatan yang holistik: memulihkan alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang menjadi penjaganya.

Pusat Strategis Penyebaran ‘Ide Hijau’

Prof. Mochammad Amin Alamsjah, Ir., M.Si., PhD, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, menegaskan pentingnya peran mangrove sebagai sabuk hijau (green belt) pelindung pesisir. “Kita menyadari betapa kondisi ekosistem perairan kita memerlukan perhatian serius. Kontribusi dan kesehatan mangrove sangat menentukan apakah green belt yang kita miliki ini dapat berfungsi optimal dalam melindungi daratan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Amin menjelaskan alasan strategis pemilihan Probolinggo. “Kawasan Probolinggo adalah titik tengah yang sempurna untuk menyebarluaskan ide dasar dan pentingnya mangrove sebagai green belt ke wilayah-wilayah lain. Ini tentang menciptakan pusat radiasi kesadaran lingkungan,” tambahnya.

Menanam Mangrove adalah ‘Sedekah Oksigen’

Puncak semangat festival diisi oleh Dr. (H.C.) Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur yang juga menjabat sebagai Ketua Umum IKA UNAIR. Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Khofifah menyebut aksi penanaman mangrove sebagai bentuk ‘sedekah oksigen’ untuk bumi dan generasi mendatang.

“Ini adalah wujud komitmen cinta kita kepada alam. Kehadiran mangrove tidak hanya mencegah abrasi, tetapi juga menciptakan habitat baru bagi ikan dan biota laut. Dampaknya, para nelayan tidak perlu melaut terlalu jauh untuk mencari ikan. Pada akhirnya, ekosistem yang sehat akan membawa kemakmuran dan kebahagiaan bagi masyarakat pesisir,” tuturnya.

Khofifah, yang membawa dua posisi strategisnya, sangat mengapresiasi kolaborasi antara alumni, civitas academica, dan masyarakat. “Partisipasi Sinergi IKA UNAIR hari ini adalah bukti nyata komitmen alumni UNAIR yang tidak hanya berhasil di bidangnya masing-masing, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi. Festival ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk membangkitkan dan menggerakkan kesadaran kolektif kita semua,” tegasnya.

Berkontribusi Langsung untuk Tujuan Global (SDGs)

Keterlibatan IKA UNAIR dalam Festival Mangrove VII juga merupakan implementasi nyata dari komitmen universitas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Aksi ini secara langsung menyentuh beberapa tujuan global, khususnya:

  • SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Ekosistem mangrove berperan dalam menyaring polutan dan menjaga kualitas air.

  • SDG 14 (Ekosistem Lautan): Melestarikan kehidupan di bawah air dengan menyediakan habitat bagi biota laut.

  • SDG 15 (Ekosistem Daratan): Merestorasi dan melestarikan ekosistem daratan, termasuk hutan mangrove.

  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Kolaborasi antara alumni, pemerintah, akademisi, dan masyarakat adalah jantung dari tujuan ini.

Untuk bumi yang lebih hijau, untuk masa depan yang lebih biru.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.